Makalah

Sripsi Nusantara. Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Download

Skripsi

Makalah

Sosiologi

Ekonomi

Akutansi

Pendidikan

Jurusan

» » » (Skripsi)Kurangnya partisipasi masyarakat terhadap proses pendidikan



DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR....................................................................................... i
DAFTAR ISI .....................................................................................................  iv
DAFTAR TABEL.............................................................................................. vi
DAFTAR GRAFIK............................................................................................ vii
DAFTAR LAMPIRAN ..................................................................................... viii
ABSTRAK ........................................................................................................ x

BAB I  PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang.................................................................................... 1
1.2  Rumusan Masalah............................................................................... 4
1.3  Fokus Masalah..................................................................................... 4
1.4  Tujuan Penelitian................................................................................. 5
1.5  Manfaat Penelitian.............................................................................. 5

BAB II KAJIAN PUSTAKA
2.1 Penelitian Terdahulu............................................................................  6
2.2 perspektif Teori....................................................................................  8
         2.2.1 pengertian partisipasi...............................................................  8
          2.3  Landasan konseptual
                     2.3.1 pengertian masyarakat............................................................. 10
                     2.3.2 pengertian Pendidikan............................................................ 11
                     2.3.3 proses pendidikan................................................................... 13
                     2.3.4 pengertian Agama .................................................................. 15
                     2.3.5 Status teungku dalam masyarakat Aceh ................................ 16

BAB III METODE PENELITIAN
            3.1 Lokasi Penelitian................................................................................. 18
            3.2 Pendekatan Penelitian......................................................................... 18
            3.3 Sumber data......................................................................................... 19
            3.4 Teknik Pengumpulan Data ................................................................. 19
            3.5 Tehnik analisis data............................................................................. 21
            3.6 Jadwal Penelitian................................................................................. 24
           
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
            4.1 Hasil Penelitian.................................................................................... 25
                  4.1.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian........................................... 25
                            4.1.1.1  Gambaran umum Gampong Payarabo Lhok ............... 25
                            4.1.1.2  Gambaran Umum Balai Pengajian
Darul Al-Ikhlas........................................................... 27
 4.1.2  Dinamika partisipasi Masyarakat terhadap proses pendidikan
Agama di Balai pengajian Darul Al-Ikhlas............................. 30
 4.1.3  Penyebab Dinamika partisipasi masyarakat menurun
                               terhadap  Proses Pendidikan Agama di Balai Pengajian
Darul Al-Ikhlas....................................................................... 32
4.1.4    ................................................................................................ Akibat terhadap balai pengajian Darul Al-Ikhlas dari
   Dampak Dinamika Partisipasi Masyarakat yang menurun..... 39
4.2 PEMBAHASAN
     4.2.1    Penyebab Dinamika Partisipasi Masyarakat
                Menurun terhadap proses pendidikan agama di Balai
   pengajian Darul Al-Ikhlas....................................................... 44
 4.2.2   Akibat terhadap Balai Pengajian Darul Al-Ikhlas dari
  Dampak  Dinamika Partisipasi Masyarakat yang menurun .... 51


BAB V PENUTUP
              5.1 Kesimpulan ....................................................................................... 54
              5.2 Saran  ................................................................................................ 55   

           
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................... 56
LAMPIRAN ........................................................................................................ 58
DAFTAR RIWAYAT HIDUP ............................................................................     




1.1  Latar belakang
Pendidikan boleh diterima dimana saja oleh seorang individu, baik itu dari orang tuanya maupun dari masyarakat dilingkungan tempat tinggalnya. Dulu dan masa sekarang seorang individu menerima pendidikannya dari lembaga- lembaga pendidikan yang ada ditengah masyarakat. Pendidikan menjadi lembaga yang mampu mengubah dan meningkatkan cita-cita hidup kelompok manusia sehingga tidak terbelakang dan statis. (Fuad, 2005:1)
            Lembaga-lembaga pendidikan tersebut yaitu seperti sekolah sebagai lembaga resmi yang diakui oleh pemerintah.Selain sekolah sebagai lembaga resmi yang diakui oleh pemerintah, ada juga lembaga pendidikan lainnya dalam masyarakat, yang keberadaannya sekarang sudah diakui oleh pemerintah, yaitu seperti pesantren didaerah jawa, dan didaerah Aceh masyarakat menyebutnya dengan Dayah.Lembaga pendidikan seperti dayah atau pesantren, pendidikannya lebih identik kepada pendidikan Agama, tidak seperti sekolah yang lebih menekankan kepada pendidikan umum. Dayah adalah lembaga pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan Islam dan umum kepada seluruh lapisan masyarakat di Aceh dengan pola tradisional dan modern, dan dalam tataran praktiknya, dayah bisa dikatakan sebagai sebuah organisasi yang mempunyai satu atau beberapa pemimpin. (Ilyas, 2008:99)
1
            Berdasarkan itu, Menurut peraturan Gubernur Aceh Abdullah Puteh pada tahun 2003, dayah di Aceh dibagi tiga tipe, yaitu Dayah tradisional, dayah modern dan“balee semeubeut” atau balai pengajian (Ilyas, 2012:21).Dasarnya semua lembaga pendidikan tersebut menyelenggarakan pendidikan agama. Ilmu yang diajarkan di lembaga tersebut adalah ilmu tentang fikah, tauhid, dan ilmu tasawuf
Masyarakat Aceh dalam memberi pendidikan Agama kepada anaknya yaitu dengan menyerahkan anaknya ke lembaga pendidikan agama, kalau di gampong biasanya ada balai pengajian.Orang yang mendidik di lembaga pendidikan agama di Aceh disebut teungku.Baik itu dibalai pengajian maupun di lembaga pendidikan agama lainnya.
Keberadaan lembaga pendidikan agama dalam masyarakat Acehseperti balai pengajian maupun lainnya begitu didukung oleh masyarakat. Lembaga tersebut dibangun atas inisiatif dan keinginan masyarakat, dan dalam pembangunan maupun lainnya, seperti proses pendidikan, masyarakat begitu peduli dan berpartisipasi. Partisipasi adalah keterlibatan aktif dari seseorang, atau sekelompok orang (masyarakat) secara sadar untuk berkontribusi secara sukarela dalam program pembangunan dan terlibat mulai dari perencanaan, pelaksanaan, monitoring sampai pada tahap evaluasi (Fijriah, 2012). Masyarakat Aceh mempunyai rasa kepemilikan terhadap lembaga-lembaga pendidikan agama yang ada ditengah-tengah kehidupannya. Dinamika partisipasi masyarakat Aceh terhadap tempat-tempat yang menyelenggarakan pendidikan agama yang ada ditengah-tengah masyarakat begitu besar dikarenakan masyarakat begitu fanatik terhadap agama Islam.
Lembaga pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan agama juga ada keberadaannya dalam masyarakat dusun Seulanga Gampong Payarabo Lhok. Lembaga pendidikan tersebut adalah balai pengajian Darul Al Ikhlas dan dibangun tahun 2000. Dimana balai pengajian ini dibangun atas harapan dan keikutsertaan masyarakat untuk adanya proses pendidikan agama di dusun seulanga. Awalnya pendidikan dibalai tersebut dijalankan oleh orang “gampong”, yaitu orang yang paham tentang agama.
Namun, mulai tahun 2009 sampai sekarang yaitu tahun 2013, balai pengajian tersebut dipimpin oleh teungku Anwar. Keberadaan teungku atas keinginan masyarakat.Teungku tersebut tidak datang, menetap, dan membangun lembaga pendidikan tersebut.Teungku tersebut keberadaannya atas permintaan masyarakat dusun seulanga untuk memimpin dan menjalankan proses pendidikan agama pada balai pengajian Darul Al-Ikhlas.
Awal teungku tersebut memimpin dan menjalankan proses pendidikan agama, dimana masyarakat yang termasuk orang tua murid, panitia balai dan seluruh masyarakat dusun seulanga begitu besar menaruh harapan untuk keberlangsungan proses pendidikan agama dibalai pengajian tersebut. Itu dibuktikan dengan kepedulian masyarakat berupa dinamika partisipasi yang baik untuk berjalannya proses pendidikan agama di balai pengajian tersebut.
Partisipasi untuk berjalannya proses pendidikan agama tersebut itu ada dua bentuk yaitu bentuk nyata, yaitu seperti tenaga untuk membantu mengajar ngaji, bantuan beras 3 kg per Kk di dusun Seulanga, sumbangan padi setelah panen 16 kg dan bekerjasama dalam mengontrol murid-murid. Sedangkan partisipasi bentuk tidak nyata yaitu masyarakat turut ikut serta dalam menyumbang pikiran untuk keberlangsungan proses pendidikan agama tersebut.
Namun kenyataan sekarang berbanding dengan kenyataan yang diharapkan, dari pengamatan sementara. Selama rentang waktu berdirinya dan berjalannya proses pendidikan di balai pengajian tersebut. Dimana sekarang masyarakat mulai terlihat kurang peduli dan mengurang partisipasinya untuk keberlangsungan proses pendidikan di balai pengajian tersebut. Masyarakat kurang peduli terhadap keberadaan dan perkembangan balai pengajian tersebut.
Masyarakat kurang peduli dan dinamika partisipasinya  dalam proses pendidika menurun agama dan itu terlihat dari murid yang bermain-main pada waktu berjalannya proses pendidikan. Kenyataan seperti itu masyarakat tidak merespon, dan itu dibiarkan oleh masyarakat. Akibat dari itu sehingga berdampak pada proses pendidikan yang dijalankan. Oleh karena itu, peneliti merasa tertarik untuk meneliti tentang kurangnya partisipasi masyarakat terhadap proses pendidikan yang berlangsung pada balai pengajian Darul Al-ikhlas.(Klik disini)



«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply

Makalah

Makalah

Kesehatan

Kehidupan

Fakta

Alam Nyata

Misteri

Random Post

Skripsi

About