ABSTRAK
Kata Kunci : The Learning Cell, Pencapaian Indikator, Operasi Hitung Bentuk
aljabar
Proses pembelajaran
yang monoton tidak ada
variasi mengakibatkan kurang antusiasnya
siswa dalam mengikuti proses pembelajaran sehingga berdampak pada hasil uji kompetensi, dan batas kriteria
minimal tidak dapat tercapai sehingga siswa tidak akan tuntas dalam belajar. Melihat kondisi yang demikian sudah saatnya guru
matematika memilih dan menerapkan suatu model
pembelajaran, yang dapat mengaktifkan siswa belajar. Salah satunya
adalah model The Learning Cell. Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui mengetahui apakah model pembelajaran The Learning Cell berpengaruh terhadap pencapaian indikator
siswa dan bagaimana ketuntasan indikator siswa yang
menggunakan model pembelajaran The Learning Cell pada
materi aljabar Di Kelas VII MTs MIM
Langsa Tahun Ajaran 2014/2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi
eksperimen (eksperimen semu) dengan menggunakan pendekatan kuantitatif,
rancangan penelitiannya desain randomized control group pretest-posttest.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII MTs MIM Langsa yang
berjumlah 82 siswa yang terdiri dari 3 kelas, Pengambilan
sampel pada penelitian ini dengan menggunakan teknik undian, dengan kelas eksperimen adalah kelas VII 1 yang
berjumlah 25 siswa dan kelas kontrol adalah kelas VII 2 yang berjumlah 28
siswa. Instrumen yang digunakan adalah tes berbentuk uraian dengan jumlah 4 butir soal. Untuk uji hipotesis
menggunakan statistik non parametik dengan uji Mann Whitney. Dari hasil analisis diperoleh nilai Asym sig (2-tailed) 0,000 yang berarti
nilai sig t < α 0,05, sehingga H0
ditolak dan Ha diterima artinya ada pengaruh yang signifikan antara Model Pembelajaran The Learning Cell terhadap Pencapaian Indikator Siswa Pada Materi
Aljabar Di Kelas VII MTs MIM Langsa T.A.
2014/2015. Persentase
ketuntasan pencapaian indikator siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi, karena ada
pelakuan yang berbeda di kedua kelas, sebelum diberikan perlakuan pada
kelas eksperimen persentase ketuntasan 28%, sedangkan pada kelas kontrol sebesar 21.43%. Setelah diberi perlakuan diperoleh
ketuntasan belajar pada kelas eksperimen sebesar 76%, sedangkan pada kelas kontrol sebesar 39.29%. (Klik disini)
No comments: